KabupatenNewsPemerintahPemerintahan
Trending

493 warga binaan Lapas Kelas II B Warungkiara Sukabumi mendapat remisi umum HUT Kemerdekaan RI ke-75

Sukabumi | Sedikitnya 493 warga binaan Lapas Kelas II B Warungkiara Sukabumi mendapat remisi umum HUT Kemerdekaan RI ke-75 tahun 2020, Mereka mendapat remisi secara variatif mulai satu hingga enam bulan pemotongan masa tahanan.

75 warga binaan  mendapat remisi satu bulan, 90 orang mendapat remisi dua bulan, 146 memperoleh remisi tiga bulan, 124 mendapat remisi empat bulan, 54 orang remisi lima bulan, sementara 4 warga binaan mendapat remisi selama enam bulan dilapas di Lapas Binaan Lapas Warungkiara.

Proses penyerahan surat keputusan (SK) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI langsung dilakukan Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono, yang sekaligus memberikan bingkisan kepada perwakilan penerima remisi.

Baca Juga : Bupati Sukabumi Resmikan Mesjid Al РWalidain dan Ruang Isolasi RSUD Sekarwangi Cibadak

” Rasa syukur dalam memberikan perlakuan yang manusiawi kepada warga binaan pemasyarakatan, merupakan bentuk kewajiban kita sebagai bangsa yang besar dan beradab. Perlakuan yang didasarkan pada penghormatan terhadap hak dan martabat kemanusiaan,” Ujarnya Adjo.

Menurutnya, warga binaan merupakan bagian dari warga negara yang tetap memiliki hak yang harus dihormati. Mereka hanya kehilangan kebebasan, tapi tidak kehilangan hak hak lainnya. “Salah satu hak yang dimiliki warga binaan ialah mendapatkan remisi,” ucapnya.

Kepala Lapas Kelas II B Warungkiara Ahmad Tohari mengatakan, saat ini ada 771 warga binaan di tempatnya memimpin, terdiri dari 110 tahanan dan 661 narapidana. Berkaitan Covid-19, Lapas Warungkiara sedikit terkena dampak. Terutama dalam hal program pembinaan yang bekerjasama dengan pihak ketiga. “Produksi merangkai dan sendok hotel dari kayu berhenti. Hanya penggemukan sapi yang masih berjalan,” paparnya

Maka dari itu, Lapas Kelas II B Warungkiara mengadakan kegiatan mandiri berupa bercocok tanam dan beternak. Seperti menaman ubi dan talas. “Kita juga mengembangbiakan jangkrik serta kecoa. Kecoa ini untuk kebutuhan makan arwana,” pungkasnya. (Red)

Kata Kunci
Lihat Selengkapnya

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close