Info Lain

Kasus BPMT Tahun 2018 Terkesan Mati Suri, Sejumlah Mahasiswa Geruduk Kejaksaan Cibadak

SUKABUMI-Beberapa Mahasiswa yang tergabung dalam Himasi (Himpunan Mahasiswa Sukabumi) gelar aksi demonstrasi di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (18/08/20).

Informasi yang dihimpun, aksi demonstrasi Himasi diantranya menyoal penanganan dugaaan tindak pidana korupsi (Tipikor) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ditangani pada tahun 2018 yang hingga saat ini dinilai mandeg.

“Ini aksi unjuk rasa (demonstrasi) yang dilakukan teman-teman Himasi yang kelima kalinya. Kami datang untuk mempertanyakan kembali dengan substansi sama, terkait perkembangan kasus dugaaan tindak korupsi program BPNT tahun 2018 yang pernah ditangani Kejaksaan, untuk itu kami minta (penjelasan) perkembangan sampai mana kasus BPNT yang terjadi tahun 2018,” ungkap Ketua Umum Himasi, Eki Rukmansyah.

Padahal, kata Eki, sebelumnya kepala kejaksaan sebelumnya pernah mengutarakan, dalam kasus ini kejaksaan menuntut 2 nama Oknum Bulog Cianjur yang sebelumnya di tetapkan sebagai tersangka yang ‘bermain’ dalam kasus beras rakyat Sukabumi.

“Kita mengejar statemen Kejaksaan yang sebelumnya menyatakan sudah ada 2 orang tersangka dan sudah keluar nominal kerugian negara sebesar 3,9 miliar, itu keluar dari Kepala Kejaksaan yang ber statemen seperti itu. Ini kok terkesan mati suri, kami cuma ingin meminta penjelasan perkembangannya,”

Dalam hal ini, Eki menilai Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi selalu berkelit saat di pertanyakan kelanjutan kasus Korupsi BPNT yang terjadi di Kabupaten Sukabumi di akhir tahun 2018 silam.

“Kejaksaan selalu berkelit dan terkesan membingungkan, permasalahan macet di BPKP jadi kami mempertanyakan sejauh mana kasus ini,” tegasnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan tindak pidana korupsi program Kementrian Sosial (Kemensos) BPNT tahun 2018 yang terjadi di Kabupaten Sukabumi menyeret 2 Oknum pejabat Bulog (Badan Usaha Logistik) Kabupaten Cianjur  yang menjabat sebagai Kepala Subdivre dan Kepala Seksi Komersil divre (Bulog) Cianjur berinisial UK dan N.

Sebelumnya, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi yang saat itu dipimpin Kajari Alex Sumarna, memberikan steatmen, Kejaksaan masih mendalami kasus dugaan korupsi dengan dugaan kerugian uang negara berkisar 3,9 miliar rupiah.

 

Lihat Selengkapnya

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close